Produk Kerajinan Kijing Makam Marmer dan Granit Kualitas Super

Produk Kerajinan Kijing Makam Marmer dan Granit Kualitas Super

Perpaduan antara motif-motif kaligrafi dan geometris serta organis pada makam menjadikan perpaduan integrasi karya yang sangat dinamis dan harmonis. 4) tulisan yang bersifat do’a. Ketiga kalimat yang terdapat pada ornamen makam tersebut dikategorikan ke dalam kalimat tauhid, yaitu kalimat kesaksian yang memiliki keutamaan sangat besar. Kalimat-kalimat tauhid seperti itu, cukup banyak ditemukan pada makam-makam kuno di Sulawesi Selatan, yakni diwujudkan sebagai elemen estetis pada struktur makam, seperti nisan, jirat dan gunungannya. Untuk menelusuri makna esensial mengapa keberadaan kalimat-kalimat tauhid diaplikasikan pada ornamen makam, maka sebelumnya perlu dipahami makna hakikinya, yaitu pada pembahasan yang mengurai makna filosofi ornamen makam pada bab berikutnya. 1) Motif Kalimat Syahadat adalah jenis kaligrafi arab yang berlafadskan kalimat syahadat, yaitu pengakuan terhadap keEsaan Allah dan kalimat yang berkaitan dengan persaksian terhadap rasulullah. 2) Motif Kalimat Dzikir adalah jenis kaligrafi berupa puji-pujian yaitu suatu cara atau media untuk menyebut dan mengingat nama Allah, jadi semua bentuk kaligrafi yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah dinamakan kalimat dzikir.

Produk Kerajinan Kijing Makam Marmer dan Granit Kualitas Super
Model Makam Marmer
3) Motif Kalimat Allah (Ismul Jalalah) adalah jenis tulisan kaligrafi arab yang berlafadzkan kalimat Allah. 4) Motif Kalimat Muhammad adalah jenis kaligrafi dengan pola kalimat Muhammad, yaitu Rasulullah, seseorang sebagai utusan Allah. 5) Motif Kalimat Do’a adalah motif kaligrafi dengan pola-pola doa yaitu berupa harapan-harapan bagi si penghuni kubur. 2. Fungsi Ornamen Makam Pentingnya fungsi sosial kesenian bagi kehidupan suatu masyarakat, maka tidak mengherankan kalau di dunia ini tidak ada suatu masyarakat yang tidak mengembangkan kesenian. Walaupun fungsi pokok kesenian pada mulanya sekedar sarana untuk membebaskan seseorang dari ketegangan dengan cara mengungkapkan perasaan dan pemikiran secara objektif. Dalam perkembangannya, ia mampu menanggung fungsi sebagai sarana membangkitkan kepekaan pengertian dan mengandung tanggapan emosional, yang dapat membina keseimbangan hidup perorangan maupun kolektif. Salah satu sarana ungkapan dan pernyataan kolektif yang holistik diciptakan oleh masyarakat pendukung kebudayaan masa lalu adalah eksistensi ornamen makam, termasuk di dalamnya adalah fungsi ornamen di kompleks makam raja-raja Bugis.

Produk Makam Marmer Terbaik

Untuk itu dapat disimpulkan bahwa ornamen dengan fungsi semi sakral adalah ornamen yang polanya menjadi motif selingan, atau menjadi penghias pola ornamen. Dalam kompleks makam raja-raja Bugis ornamen yang tergolong dalam fungsi semi sakral adalah motif yang memiliki fungsi sebagai penghias bentuk dan banyak ditempatkan pada jirat dan gunungan makam seperti Bunga Tanri, Bua Pandang, Belo-belo Massulapa, dan motif inorgania (matahari dan bintang). 3. Ornamen dengan Fungsi Profan Fungsi profan pada motif dalam pembahasan ini lebih ditekankan pada peran motif sebagai eleman estetik atau unsur hias pada suatu objek. Motif sebagai unsur hias berfungsi sebagai elemen pemikat perhatian atau elemen yang menggugah perasan indah. Pandangan ini juga menempatkan motif secara formalistik sebagai bagian dari keseluruhan motif itu sendiri dan juga pengaplikasiannya pada objek yang dihiasi. Ornamen berkedudukan sebagai elemen dekorasi terhadap obyek-obyek yang dihiasi. Dengan demikian, ornamen menjadi bagian dari permasalahan desain dokoratif, yaitu suatu elemen dekorasi yang dirancang untuk memperindah objek dengan tujuan untuk mendukung tampilan struktural objek atau desain strukturalnya.

Produk Kerajinan Kijing Makam Marmer dan Granit Kualitas Super
Produk Makam Marmer
Tujuan analisis dilakukan untuk mengetahui bentuk, fungsi dan makna ornamen di kompleks makam raja-raja Bugis, sehingga manfaat dari analisis diketahui bahwa eksistensi ornamen makam adalah selain sebagai identitas budaya masyarakat setempat juga sebagai gudang informasi yang dikomunikasikan melalui simbol-simbol visual dalam pola atau motif pada ornamen makam. Ornamen Makam sebagai Manifestasi Kebudayaan Bugis Sulawesi Selatan terdiri atas tiga etnis suku bangsa, Toraja, Makassar dan Bugis, ketiganya memiliki potensi budaya, kesenian, unsur-unsur tradisi serta peninggalan sejarah dan prasejarah (Purbakala). Etnis Bugis adalah suku bangsa yang memiliki populasi penduduk dan wilayah terbesar di daerah Sulawesi Selatan, sehingga masyarakat Bugis sangat dikenal sebagai gudang ajaran-ajaran dan norma-norma yang dipersatukan dalam kelompok masyarakatnya, seperti adat istiadat, agama dan sistem kepercayaan, status sosial cita rasa keindahan (estetika), serta keterampilan, yang senantiasa berpedoman kepada ajaran nenek moyang masa lalu yang saat ini banyak dipengaruhi oleh ajaran Islam. Maka dalam setiap kebudayaan yang terkandung di dalamnya seperti norma-norma dan nilai-nilai kehidupan tersebut sebagai menjadi pedoman bagi tiap individu pendukung kebudayaan tersebut, sehingga ajaran-ajaran, nilainilai dan norma-norma pada masyarakat Bugis terintegrasi menjadi unsur-unsur kearifan lokal (lokal wisdom).

Harga Kijing Marmer Murah Di Tangerang

Sesuai firman-Nya, Allah adalah sebuah nama untuk wujud sejati, wujud yang mempersatukan sifat-sifat Ilahiah, wujud yang menunjukkan subyek sifat ketuhanan. 13. Ornamen Kalimat Doa Doa bukan sekedar media untuk memenuhi kebutuhan dan mencurahkan segala problematika yang dihadapi. Dalam Islam, doa memiliki kedudukan yang penting dan agung, sehingga setiap nafas dan gerak langkah kita harus diiringi dengan doa-doa. Setiap manusia, laki-laki maupun perempuan, kaya atau miskin, tua atau muda, raja atau rakyat, saudagar atau buruh, selalu dianjurkan untuk berdoa. Dengan demikian seperti disebutkan sebelumnya bahwa kaligrafi atau tulisan yang bersifat doa, merupakan rangkaian dari kalimat syahadat dan dzikir, yakni sebagai kalimat permohonan doa dan perlindungan dari Allah S.W.T. Sayidina Aqasah berpendapat bahwa do’a itu otaknya ibadah, karena itu, do’a yang dituliskan pada nisan kubur dapat dimaknai sebagai simbol akidah Islam. D. Simpulan Ornamen makam kuno Raja-raja Bugis adalah salah satu produk kesenian dan aset kekayaan kebudayaan masyarakat Bugis dari masa lampau. Secara morfologis ornamen memiliki karakteristik yang spesifik, unik dan sederhana.

Terkesan tampak lebih mulia dibandingkan benda langit lainnya. Ia menjadi mulia karena cahayanya tidak hanya untuk dirinya sendiri. Ia mulia karena bercahaya untuk menerangi seluruh alam. Bintang bercahaya dengan cahayanya sendiri, bintang juga yang membuat bulan bercahaya di malam hari dan bumi terang di sebelah sisinya. Dengan adanya bintang ini, kita lalu mengenal siang dan malam. Satu dari bintang ini yang kemudian kita mengenalnya dengan nama matahari. Bintang yang jaraknya terdekat dengan bumi. Bintang dipandang memiliki pengaruh terhadap kehidupan manusia, umumnya bintang banyak digunakan sebagai lambang-lambang kelahiran. Oleh karena itu, dalam perbintangan dilambangkan dengan beraneka bentuk umumnya sejenis bintang, yang dapat dijadikan motif hias. 10. Ornamen Kalimat Tauhid (syahadatin) Kalimat Syahadat adalah kalimat persaksian atau pengakuan seseorang terhadap ketauhidan (keesaan) Allah, Kalimat syahadat menurut Ust. M. Syahputra (2011:33) adalah merupakan kalimat yang sangat besar kedudukannya di dalam Islam. Ia merupakan pintu gerbang Islam sekaligus sebagai identitas seorang Muslim yang asasi.

Makam Marmer Murah Kualitas Super

Maka dari itu kaligrafi dijadikan sebagai sarana pemuasan kebutuhan estetik juga sebagai sarana da’wah yang paling efektif bagi umat Islam dalam menjalankan syiar Islam. Abay D. Subarna (2007:66) menambahkan bahwa sebagai komponen kaligrafi, aksara memiliki fungsi spiritual, praktis, dan estetis. Meskipun motif hias kaligrafi sudah lama ada, tetapi motif hias ini menjadi berkembang seiring dengan berkembangnya kebudayaan Islam di Nusantara. Teristimewa kaligrafi Arab, tidak sekedar menjadi unsur estetis melainkan juga mengandung pesanpesan agama yang biasanya diambil dari Al Quran dan Hadits. Eksistensi kaligrafi Arab atau epigrafi pada batu nisan merupakan peninggalan seni rupa Islam di Indonesia yang paling menonjol jika dibandingkan dengan bentuk peninggalan seni rupa Islam lainnya. Motif hias kaligrafi Arab paling tua di Nusantara ditemukan pada batu-batu nisan pada abad ke XII. Bahkan di Indonesia menjadi salah satu pola hias utama pada bangunan suci, termasuk pada batu-batu nisan bersama-sama dengan ornamennya. Pada kompleks makam raja-raja Bugis, baik yang terdapat di Kabupaten Bone maupun di Kabupaten Soppeng, ornamen kaligrafi dijadikan sebagai motif utama, kemunculan kaligrafi diperkirakan seiring dengan usia makam tersebut, yaitu pada abad ke XVII.

Next Post Previous Post



Untuk pemesanan produk dengan model, bahan dan ukuran diluar yang sudah kami sediakan silahkan hubungi kami.


ALFINA
Jl. Kanigoro Gg 4 No. 36 Dsn. Blumbang, Ds. Campurdarat, Kec. Campurdarat, Tulungagung, Jawa Timur 66272